Des 03

INFORMASI PENERIMAAN SANTRI BARU TP. 2018 – 2019 ( Lampung )

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh

Puji syukur hanya kepada Allah, kita memohon dan meminta pertolongan Kepada-Nya. Sholawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa salam, beserta sahabatnya dan pengikutnya sampai akhir zaman.

Sehubungan dengan Memasuki Tahun Pelajaran 2018 – 2019, Maka Pondok Pesantren Khidmatussunah yang berada di Ds. Adirejo, Kec. Pekalongan, Kab. Lampung Timur.

Membuka Pandaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Khidmatussunnah.

Adapun jenjang yang kami Buka Adalah :

  1. Salafiyah Ula Program Tahfihz ( setara dengan SD ) = Putra dan Putri [ Non Asrama  dan Tidak terima Santri Asrama ]
  2. Salafiyah Wustho Program Tahfihz  ( Setara Dengan SMP ) = Putra dan Putri [ Wajib Asrama ]
  3. Salafiyah ‘Ulya Program Tahfihz (Setara dengan SMA ) = Putra dan Putri [ Wajib Asrama
  4. Tahfizhul Quran = Putra dan Putri. [Wajib Asrama]
  • .Reguler
  • Super Intensif ( GRATIS TERBATAS )

Jadwal dan Ketentuan Penerimaan Santri Baru gelombang ke satu :

  1. Pendaftaran : 3 Desember 2017 Sampai 4 Januari 2018 ->
  2. Tempat : kantor Pondok Pesantren khidmatussunnah.
  3. Membayar uang pendaftaran Rp. 100.000. Syarat pendaftaran
  4. Membayar uang makan Rp. 100.000 / orang untuk 3 hari Makan ( Untuk Santri Asrama )
  5. Menyerahkan foto copy kartu keluarga & Surat Keterangan Sehat dari LAB.
  6. Tanggal Tes ( selama 3 hari )  : tanggal 5, 6 dan 7 Bulan januari 2018, ->
  7. Tempat :
  • Peserta Santri Ikhwan di Masjid ikhwan.
  • peserta Santri Putri di Lokasi Pondok Pesantren Putri
  • Pengumuman Hasil Tes : 7 januari 2018 Ba’da Asar , Informasi dapat di lihat di :

– SMS

– WhatsApp

8. Bagi Santri yang LULUS TES, Maka Wajib membayar Semua biaya administrasi dan Daftar Ulang Rp.

  • Santri baru Asrama : Rp. 6.500.000.
  • Santri Baru Non Asrama ( SD / SU ) : Rp. 5.175.000
  • Santri Lanjutan, Uang Bangunan di korting 25 %

9. Waktu pembayaran biaya administrasi dan daftar ulang: Jam KANTOR , jam 07.30 – Dzuhur.,

10. tempat :Bagian Bendahara Kantor Ma’had Khidmatussunnah Putri.

11. Masuk Sekolah : “ Masih dalam Musyawarah

 INFORMASI BIAYA ADMINISTRASI

A. ADMINISTRASI / RINCIAN BIAYA DAFTAR ULANG yang Wajib di Penuhi untuk SANTRI ASRAMA

  1. Untuk Santri Super Intesif GRATIS keluali uang Biaya Pendaftaran, Makan ( selama Tes) uang Buku 300.000 dan uang Perpustakaan.
  2. Membayar Uang Pembangunan : 4.000.000
  3. Membayar uang Sarana dan Prasarana Asrama ( Waqaf ) : Rp. 1.200.000
  4. Membayar uang Sarana dan Prasarana Kelas ( Waqaf ) : Rp. 500.000
  5. Membayar uang SPP bulan pertama ( Bulan Juli ) : 350.000 beserta Beras 10 KG / Santri
  6. membayar Uang Raport, Jurnal, Agenda, perlengkapan  Rp. 100.000 setiap Semester
  7. Uang Infaq untuk Perpustakaan ; Rp. 100.000
  8. Sanggup membayar uang Buku 300.000
    • Uang Mushaf Al-Qur’an rosm Utsmani
    • Buku Hadits Miah dan Hadist Arba’in
    • Buku Do’a- Do’a
    • Syarah Matan Tuhfatul Atfal.
    • Tauhid Untuk Pemula
    • Buku At-Tibyan
    • Untuk uang buku-buku yang selanjutnya akan diminta sesuai kebutuhan ( Sesuai kebutuhan diluar buku buku diatas )

Persyaratan Santri Asrama

  1. Memiliki semangat dalam menuntut Ilmu.
  2. Lulus Tes.
  3. Siap Mandiri dan Tinggal di asrama
  4. Diantar Orang Tua / Wali Santri ( Ketika mendaftar )
  5. Bagi santri putri harus diantar mahromnya.
  6. Siap mentaati semua peraturan yang telah di tetapkan oleh Ma`had
  7. Berakhlak mulia.
  8. Menyerahkan Foto Terbaru ukuran 3 X 4 = 3 lembar.
  9. Menyerahkan foto copy ijazah terakhir ( SKHU ) bagi calon santri Asrama
  10. Menyerahkan Foto copy Kartu Keluarga ( KK ) dan KTP / SIM (bagi santri yang memiliki ).
  11. Menyerahkan Surat Kesehatan dari LAB
  12. Menyerakan surat Kelakuan baik dari kepolisian.
  13. Untuk yang pindahan wajib Menyerahkan surat pindah dan tidak Memiliki Permasalahan serta wajib Membawa surat kelakuan baik dari ma’had atau sekolah asal.
  14. Bersedia mengabdi di Ma`had Minimal 1 tahun [ untuk Program Salafiyah Wustho dan Salafiyah ‘Ulya, Tahfizh Qur’an Reguler dan untuk Santri Utusan atau Tahfizh Qur’an Super Intesif 2 Tahun mengabdi ]
  15. Membayar SPP di setiap awal bulan ( kecuali Tahfizh Qur’an Super Intesif )

B. ADMINISTRASI / RINCIAN BIAYA DAFTAR ULANG yang Wajib di Penuhi untuk santri Non Asrama.

  1. Membayar Uang Pembangunan : 4.000.000
  2. Membayar uang Sarana dan Prasarana ( Waqaf ) : Rp. 600.000
  3. Membayar uang SPP bulan pertama ( Bulan Juli ) : 75.000
  4. membayar Uang Raport, Jurnal, Agenda, perlengkapan  Rp. 100.000 setiap Semester
  5. Uang Infaq untuk Perpustakaan ; Rp. 100.000
  6. Sanggup membayar uang Buku 300.000
  • Uang Mushaf Al-Qur’an rosm Utsmani
  • Buku Hadits Miah dan Hadist Arba’in
  • Buku Do’a- Do’a
  • Syarah Matan Tuhfatul Atfal.
  • Tauhid Untuk Pemula
  • Buku At-Tibyan
  • Untuk uang buku-buku yang selanjutnya akan diminta sesuai kebutuhan ( Sesuai kebutuhan diluar buku buku diatas )

Persyaratan Santri Non Asrama

  1. Memiliki semangat dalam menuntut Ilmu.
  2. Lulus Tes
  3. Diantar Orang Tua / Wali Santri ( Ketika mendaftar )
  4. Siap mentaati semua peraturan yang telah di tetapkan oleh Ma`had
  5. Berakhlak mulia.
  6. Menyerahkan Foto Terbaru ukuran 3 X 4 = 3 lembar.
  7. Menyerahkan Foto copy Kartu Keluarga ( KK ).
  8. Menyerahkan Surat Kesehatan dari Dokter / Rumah Sakit / Puskesmas.
  9. Untuk yang pindahan wajib Menyerahkan surat pindah dan tidak Memiliki Permasalahan serta wajib Membawa surat kelakuan baik dari ma’had atau sekolah asal
  10. Membayar SPP di setiap awal bulan

C. ADMINISTRASI / RINCIAN BIAYA DAFTAR ULANG UNTUK Santri Lajutan.

  1. Membayar Uang Pembangunan : 3.000.000
  2. Membayar uang Sarana dan Prasarana Kelas RA ke SU ( Waqaf ) : Rp. 600.000
  3. Membayar uang Sarana dan Prasarana Non Asrama ke Asrama ( Waqaf ) : Rp. 1.000.000
  4. Membayar uang SPP bulan pertama ( Bulan Juli )
  5. membayar Uang Raport, Jurnal, Agenda, perlengkapan  Rp. 100.000 setiap Semester.
  6. Uang Infaq untuk Perpustakaan ; Rp. 100.000
  7. Sanggup membayar uang Buku yang selanjutnya akan diminta sesuai kebutuhan.

Catatan :

  • QUOTA AKHWAT ASRAMA : 15 Santri.
  • QUOTA IKHWAN ASRAMA : 20 Santri
  • QOUTA Salafiyah Ula ( SD ) : Masih Tersedia

————————————————————-

Info Lebih Jelas, silakan Hubungi :

Contak :

Santri Ikhwan : 08 53 – 10 26 – 53 51 Ustadz Abu Hudzaifah ( Telepon / WA )

Santri Akhwat : 08 53 – 69 46 – 12 29 Ustadzah Ummu Muhammad ( Telepon / WA )

atau inbox Facebook kami: Facebook Khidmatussunnah As-SalafyKlik disini

– Jam Kerja : 07.30 – Dzuhur.

– ba’da Asar – 15.30.

  setelah sholat dzuhur : ISTIRAHAT

mohon Untuk Menghubungi waktu tersebut

Nov 28

YANG KITA BUTUHKAN ADALAH: ORANG BERILMU YANG KOKOH KEILMUANNYA

YANG KITA BUTUHKAN ADALAH: ORANG BERILMU YANG KOKOH KEILMUANNYA

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin -rahimahullaah- berkata:

“Manusia pada zaman sekarang butuh terhadap ilmu syar’i, dikarenakan dominannya kebodohan dan banyaknya orang-orang sok berilmu yang mengaku bahwa mereka adalah orang-orang yang berilmu, padahal mereka tidak memiliki ilmu kecuali hanya sedikit.

Maka kita membutuhkan para penuntut ilmu yang mereka memiliki ilmu yang kuat dan kokoh, yang dibangun di atas Al-Kitab dan As-Sunnah, agar mereka bisa membantah kekacauan ini yang telah menyebar di desa, kota, dan berbagai penjuru negeri, dimana masing-masing orang yang memiliki satu atau dua hadits dari Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- kemudian dia langsung berfatwa dan bermudah-mudahan dengannya, seolah-olah dia Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, atau Imam Ahmad, atau Imam Asy-Syafi’i, atau imam-imam lainnya. Dan hal semacam ini mengisyaratkan kepada bahaya yang besar kalau Allah tidak memperbaiki umat ini dengan para ulama yang kokoh, yang mereka memiliki ilmu yang kuat dan hujjah yang kuat.”

“Oleh karena itulah kewajiban para pemuda umat Islam: untuk mempelajari ilmu dengan kuat dan kokoh, tidak dengan acak-acakan seperti didapati pada banyak dari rumah-rumah (sekolah-sekolah) ilmu yang mereka mempelajari ilmu dengan acak-acakan sehingga tidak kokoh di fikiran, yaitu: ilmu yang hanya ditujukan untuk mendapatkan surat keterangan atau ijazah saja. Padahal ilmu yang hakiki adalah: ilmu yang kokoh dalam hati, sehingga seakan menjadi tabiat bagi pemiliknya. Dan seorang yang memiliki ilmu (yang kokoh) semacam ini; maka engkau akan dapati bahwa: hampir-hampir tidak ada suatu permasalahan pun melainkan dia mengetahui bagaimana cara mengeluarkan dalilnya dari Al-Kitab, As-Sunnah, dan Qiyas yang benar. Maka harus kokoh keilmuan.”

[“Syarh Riyaadhis Shaalihiin” (II/149-150 & 55-56)]

-diterjemahkan oleh: Ahmad Hendrix-

Nov 28

IGAUAN MEREKA.

IGAUAN MEREKA…

Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan Al-Fauzan -hafizhahullaah- berkata:

“Shalat jama’ah adalah wajib dan fardhu atas setiap muslim. Orang yang meninggalkannya adalah berdosa, bahkan diberi hukuman juga. Karena Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ سَمِعَ النِّدَاءَ فَلَمْ يَأْتِه؛ِ فَلَا صَلَاةَ لَهُ، إِلَّا مِنْ عُذْرٍ

“Barangsiapa mendengar adzan kemudian tidak mendatanginya; maka tidak ada shalat baginya kecuali dia ada udzur.”…

Dan tatkala datang seorang buta kepada Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- dengan menyebutkan kesulitannya untuk pergi ke masjid, sedangkan tidak ada orang yang menuntunnya, sehingga dia meminta keringanan dari Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- untuk dibolehkan shalat di rumahnya. Maka Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bertanya kepadanya: “Apakah engkau mendengar adzan?” Orang buta itu menjawab: “Iya.” Maka Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Maka penuhilah (panggilan adzan) itu!”…

Maka ini menunjukkan atas wajibnya shalat jama’ah di masjid yang dikumandangkan adzan…

Maka shalat jama’ah adalah perkara yang agung, sehingga tidak boleh bermudah-mudahan dengannya… DAN JANGAN BERPALING KEPADA #IGAUAN ORANG-ORANG YANG MENGAMBIL PENDAPAT-PENDAPAT YANG MENYELISIHI DALIL, DAN MEREKA MENGUMPULKANNYA, KEMUDIAN BERKATA: “INI ADALAH PENDAPAT-PENDAPAT PARA ULAMA.” Kita katakan: “Pendapat-pendapat para ulama: bisa salah dan bisa benar. Maka yang wajib adalah: ittibaa’ (mengikuti) dalil, bukan mengikuti pendapat-pendapat manusia.”.”

[“It-haaful Qaari” (II/136-138)]

-diterjemahkan secara ringkas oleh: Ahmad Hendrix-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=535422520131962&set=a.360768724264010.1073741830.100009926563522&type=3

Nov 28

BANYAKNYA TULISAN… AKAN TETAPI, BANYAK YANG TIDAK BERMANFAAT

BANYAKNYA TULISAN…

AKAN TETAPI: BANYAK YANG TIDAK BERMANFAAT…

[1]- ‘Abdullah bin Mas’ud -radhiyallaahu ‘anhu- menyebutkan dari Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- (beliau bersabda):

أَنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيْمَ الْـخَاصَّةِ، وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ، حَتَّى تُعِيْنَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ، وَقَطْعَ الْأَرْحَامِ، وَشَهَادَةَ الزُّوْرِ، وَكِتْمَانَ شَهَادَةِ الْـحَقِّ، وَظُهُوْرَ الْقَلَمِ

“Sesunggguhnya sebelum Hari Kiamat (akan terjadi): pemberian salam hanya kepada orang tertentu, tersebarnya perdagangan sampai seorang istri membantu suaminya di dalam berdagang, terputusnya silaturahmi (hubungan kekeluargaan), persaksian yang dusta, disembunyikannya persaksian yang benar, dan TAMPAKYA PENA.”

HR. Ahmad (no. 3870- cet. Daarul Hadiits), dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dan Syaikh Al-Albani -rahimahumallaah-.

[2]- Tampaknya pena, maksudnya adalah: tulisan -sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ahmad Syakir-.

[“Al-Musnad” (VII/65- cet. Daarul Hadiits)]

[3]- Selain mengabarkan tentang tampaknya pena -yakni: banyak tersebarnya tulisan-; maka Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- juga mengabarkan tentang: DIANGKATNYA ILMU DAN TERSEBARNYA KEBODOHAN, beliau bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَظْهَرَ الْـجَهْلُ…

“Sesunggunya di antara tanda Hari Kiamat (akan terjadi): diangkatnya ilmu dan tampaknya kebodohan…” [(HR. Al-Bukhari (no. 80) & Muslim (no. 2671)]

Maka yang dimaksud dengan ILMU YANG DIANGKAT adalah: ILMU SYAR’I, YANG DENGANNYA MANUSIA MENGENAL RABB MEREKA DAN BERIBADAH KEPADA-NYA DENGAN SEBENAR-BENAR PERIBADAHAN. Realita yang ada adalah: banyak tulisan akan tetapi :tidak menambah melainkan kebodohan dan jauh dari syari’at Islam, kecuali sedikit saja.

[Lihat: “Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah” (VI/635), karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani -rahimahullaah-]

[4]- “Tersebarnya pena; yakni: banyaknya tulisan…Tentunya tulisan-tulisan tersebut ada yang bermanfaat dan (ada yang) mudharat…

(1)- Barangsiapa yang menulis tentang sesuatu yang bermanfaat; maka dia terpuji sebagai pelaku dari salah satu tanda-tanda Hari Kiamat.

(2)- Sebaliknya: barangsiapa yang menulis tentang sesuatu yang mudharat; maka dia tercela sebagai pelaku salah satu dari tanda-tanda Hari Kiamat.

Saya berharap mudah-mudahan Allah -Jalla Jalaaluhu- memasukkan saya ke dalam golongan yang pertama bersama saudara-saudara saya sesama penulis yang berjalan di atas Manhaj Salaful Ummah.”

[“Telah Datang Zamannya” (hlm. 183-183 -dengan diringkas-), karya Fadhilatul Ustadz ‘Abdul Hakim bin ‘Amir Abdat -hafizhahullaah-]

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

Sep 12

Metode Nabi Dalam Mendidik Anak

Post sebelumnya «