Ketika ada tuduhan dari Lajnah Da-imah tentang: MENGANGGAP BERHUKUM DENGAN SELAIN HUKUM ALLAH ADALAH PERKARA YANG REMEH; maka Syaikh ‘Ali bin Hasan Al-Halabi -hafizhahullaah- berkata:

“Sudah saya katakan…dengan tegas dan jelas: kami katakan hal ini bukanlah untuk meremehkan masalah BERHUKUM DENGAN SELAIN HUKUM ALLAH, atau menganggap ptaktek syari’at adalah tidak penting -justru inilah yang kami impikan, kami dakwahkan, dan kami bersemangat atasnya-.

Berhukumnya manusia kepada Syari’at Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa-; kepada Al-Qur’an & As-Sunnah; di dalamnya terdapat kebahagiaan, keselamatan, petunjuk, dan kebaikan untuk mereka.

Bahkan: bagaimana mungkin kami meremehkan perkara keji dan besar ini; YANG BERHUKUM DENGANNYA -ATAU PELAKUNYA-: DIHUKUMI KAFIR, ZHALIM, ATAU FASIK?!…

(Sekali lagi): saya tulis ini…BUKAN UNTUK BERDEBAT DALAM RANGKA *MEMBELA KESESATAN THAGHUT...atau membela kelakuan pemilik kesombongan…atau membolehkan perbuatan orang yang menentang Allah -Subhaanahu- dalam masalah hukum…”

[“Al-Ajwibah Al-Mutalaa-imah ‘Alaa Fatwaa Al-Lajnah Ad-Daa-imah” (hlm. 31-32)]