«

»

Mar 04

(Tidak ada judul)

SIFAT LAINNYA…

[1]- Allah -Ta’aalaa- berfirman:

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلا

“(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah; mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” Dan jika orang-orang kafir mendapat bagian; mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisaa’: 141)

[2]- Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullaah- berkata:

“Allah menyebutkan perwujudan loyalitas ornag-orang munafik terhadap orang-orang kafir, dan permusuhan mereka terhadap kaum mukminin.

Allah berfirman: “(yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu”; yakni: menunggu akhir keadaanmu: apakah baik ataukah buruk, dan mereka telah menyiapkan jawaban yang sesuai untuk setiap keadaan tersebut sesuai dengan kemunafikan mereka:

– Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah; mereka berkata: “Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?” (Yakni): mereka menampakkan bahwa diri mereka bersama kaum mukminin secara lahir dan batin; agar mereka bisa selamat dari celaan dan cacian terhadap mereka, DAN AGAR MEREKA BISA TURUT BERSAMA KAUM MUKMININ: MENDAPATKAN GHANIMAH (HARTA RAMPASAN PERANG) DAN FAI’ (HARTA RAMPASAN TANPA PERANG), SERTA IKUT SERTA DALAM KEMENANGAN.

– Dan jika orang-orang kafir mendapat bagian; mereka berkata: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” (Yakni): orang-orang munafik tersebut menjilat orang-orang kafir dengan alasan tidak memerangi mereka padahal mampu, serta turut serta menghalang-halangi kaum mukminin dengan berbagai cara untuk mengecoh dan mencegah mereka dari memerangi (orang-orang kafir), justru agar musuh yang menang atas mereka, dan (penggembosan) lain yang sudah ma’ruf dilakukan oleh mereka (orang-orang munafik).

“Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat.” Allah akan membalas orang-orang yang benar-benar beriman secara lahir dan batin dengan Surga, dan Dia akan mengadzab orang-orang munafik yang laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik yang laki-laki dan perempuan.

“Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” Yakni: tidak akan berkuasa penuh atas mereka, BAHKAN AKAN SENANTIASA ADA SEKELOMPOK DARI KAUM MUKMININ YANG TERUS BERADA DI ATAS KEBENARAN; TIDAK MEMBAHAYAKN MEREKA ORANG YANG MENELANTARKAN (TIDAK MAU MENOLONG) MEREKA DAN TIDAK PULA ORANG YANG MENYELISHI MEREKA.”

[“Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hlm. 210- cet. Mu-assasah Ar-Risaalah)]

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-