«

»

Jul 12

Bolehkah Aksi bom Syahid ( Istisyhaadiyyah ) ?

Pertanyaan :

Perbuatan bom bunuh diri yang biasa ‘mereka’ namakan dengan Aksi Istisyhaadiyyah (bom Syahid) yang pada sebagian fatwa Syaikh Al Albaniy –rahimahullah- bahwa secara ta’shiil (hukum Asal) seolah-olah beliau membolehkan aksi tersebut dengan syarat dibawah perintah Khalifah kaum Muslimin atau Penguasa (yang sah secara syari’at), maka bagaimana penjelasan engkau wahai Syaikh?”

Syaikh Ali Hasan Al Halabiy menjawab:

“Ada beberapa syarat-syarat yang disebutkan oleh Syaikh Al Albaniy –rahimahullah- yang harus terpenuhi agar aksi bom bunuh diri tersebut bisa dibolehkan, diantaranya:
1. Diijinkan oleh Penguasa
2. Kemungkinan besar penaklukan akan terjadi
3. Adanya kesempatan untuk menyelamatkan diri.
maka diantara syarat-syarat itu adalah seperti yang Anda sebutkan (di pertanyaan). Dan bila syarat-syarat tersebut terpenuhi maka aksi tersebut dibolehkan menurut beliau.

Akan tetapi,–dengan memohon pertolongan Allah dari keburukkan jiwa dan kejelekkan amalan Saya- SAYA CONDONG KEPADA PENDAPAT DUA SYAIKH/GURU SAYA; YAITU SYAIKH BIN BAZ DAN SYAIKH UTSAIMIN; YANG MELARANG SECARA MUTLAK (TANPA PENGECUALIAN). Karena; bunuh diri itu dengan alasan apapun juga walaupun alasannya itu secara zhahir terlihat baik, namun alasan tersebut menafikan dan menyelisihi firman Allah ta’ala:
‘…dan janganlah kamu membunuh dirimu…’ (QS. Annisa: 29).
Larangan dalam ayat ini adalah larangan yang shariih (jelas), Allah tidak memfirmankan: ‘janganlah membunuh diri dengan sebab begini dan boleh bila sebabnya begitu!?

Larangan dalam ayat tersebut adalah umum, jelas, dan terang. Niat tidak akan merubah hukum dari perbuatan-perbuatan yang menyelisihi syariat Islam.

Bahkan, syarat-syarat yang disebutkan oleh Syaikh Al Albaniy tersebut hampir tidak mungkin dan mustahil bisa dipraktekan pada realita sekarang.

Wallaahu a’lam.” -selesai jawaban-

=================

Syaikh Ali Hasan Al Halabiy merupakan murid senior Syaikh Al Albaniy.
.

Diantara Faidah Daurah Syar’iyyah ke 18, di Batu, Malang. Jawa Timur.

 Ditulis oleh : Ustadz Muhammad Hilman Alfiqhy

Pertanyaan Ustadz M. Hilman kepada Syaikh Ali Hasan Al Halabiy  hafizhahullah

perkataan di atas ditulis secara makna