«

»

Jul 15

Nasihat Fadhilatusy Syaikh Doktor Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali

Fadhilatusy Syaikh Doktor Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali -hafizhahullaah– berkata:

“Saya tidak menginginkan adanya sikap ghuluw (berlebihan) terhadap seorang pun, baik terhadap Rasulullah, para Shahabat, para Tabi’in, Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, (Muhammad) bin ‘Abdul Wahhab, Syaikh (‘Abdul Muhasin) Al-‘Abbad, Syaikh Rabi’, dan tidak juga terhadap para penuntut ilmu seperti (fulan), dan yang semisalnya.

Ghuluw adalah: menempatkan seseorang di atas kedudukannya, sehingga sikap ghuluw wajib diperangi.

Zaman sekarang: Salafiyyun gampang sekali untuk terbagi/terpecah karena sebab apa saja. Maka pada kesempatan ini saya nasehatkan mereka untuk berrsaudara karena Allah, dan tidak berpecah belah disebabkan karena Syaikh (Fulan) dan Syaikh (Fulan); jangan sampai berpecah belah. Dahulu kami melewati masa-masa dimana terjadi perselisihan antara Syaikh Al-Abani dan masya-yikh yang lainnya, tapi demi Allah [kami tidak berpecah]…

Adapun sekarang: setiap kali engkau katakan: “Ini si fulan (yang direkomendasi).”; maka kita berpecah, setiap engkau mengkritik si fulan; maka kita berpecah.

Ini adalah jalan yang bodoh, ini cara Jahiliyyah!!

Dan kami sama sekali tidak setuju dengan cara-cara ini….

Maka saya wasiatkan kalian untuk bertakwa kepada Allah dan berpegang kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul; hendaknya kita mengusung Dakwah ini dengan akal yang matang dan cerdas, serta hati yang kokoh dan tidak goyah.

Lihatlah di Inggris; mereka berpecah karena fulan dan fulan! Di Perancis; mereka berpecah karena fulan dan fulan! Di Emirat; mereka berpecah karena fulan dan fulan! Maka engkau lihat tubuh (Salafiyyin) menjadi kacau dengan begitu mudahnya!!

Maka saya wasiatkan kepadamu wahai saudaraku dan kepada saudara-saudaramu yang masih berakal: agar meninggalkan cara-cara ini, jangan fanatik terhadap si fulan dan si fulan…

Tinggalkan cara-cara ini, kita berusaha agar (A) dan (B) bersaudara, kita ingin menyelesaikan permasalahan ini. Akan tetapi yang tampak pada realitanya justru fanatik terhadap si fulan dan si fulan! Sehingga hasilnya: kita berpecah!

Tidak sepantasnya hal ini terjadi:

Mereka berpecah karena (si A)…

Mereka berpecah karena (si B)…

Mereka berpecah karena fulan…karena fulan!! Maka ini tidak ada kehati-hatian, tidak ada hikmah sama sekali.

Dakwah Salafiyyah butuh kepada ilmu, butuh kepada hikmah, butuh kepada kekokohan, dan butuh kepada akhlak yang tinggi.

Demi Allah, sungguh Al-Albani sejak kami mengenal beliau: telah terjadi berbagai perselisihan antara beliau dan ulama lainnya!! Maka kami tidak fanatik terhadap beliau dan tidak juga terhadap ulama lainnya.

Maka kami nasehatkan kepada kalian dengan nasehat yang baik ini.

Baarakallaahu Fiikum (semoga Allah memberkahi kalian) dan memberikan taufik kepada kami dan kepada kalian.”

[dinukil dari “Manhaj As-Salaf Ash-Shalih…” (hlm. 330-331- cet. II)]