«

»

Sep 12

DAKWAH NABI IBRAHIM -‘alaihis salaam- DAN UJIAN YANG MENIMPA BELIAU

DAKWAH NABI IBRAHIM -‘alaihis salaam- DAN UJIAN YANG MENIMPA BELIAU

[1]- Ibrahim -‘alaihis salaam- mendakwahi kaumnya kepada Tauhid, yaitu: agar mereka beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan peribadahan kepada tuhan-tuhan selain Allah. Beliau benar-benar mengingkari kesyirikan sampai menghancurkan berhala-berhala milik mereka, dan mereka pun berniat membakarnya. Allah -Ta’aala- berfirman:

وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُمْ بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ * فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ * قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ * قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ * قَالُوا فَأْتُوا بِهِ عَلَى أَعْيُنِ النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُونَ * قَالُوا أَأَنْتَ فَعَلْتَ هَذَا بِآلِهَتِنَا يَا إِبْرَاهِيمُ * قَالَ بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ إِنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ * فَرَجَعُوا إِلَى أَنْفُسِهِمْ فَقَالُوا إِنَّكُمْ أَنْتُمُ الظَّالِمُونَ * ثُمَّ نُكِسُوا عَلَى رُءُوسِهِمْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا هَؤُلَاءِ يَنْطِقُونَ * قَالَ أَفَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًا وَلَا يَضُرُّكُمْ * أُفٍّ لَكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ * قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ * قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ * وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ

“(Ibrahim berkata:) Demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu sekalian pergi meninggalkannya. Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka (yang lain) berkata: “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zhalim.” Mereka (yang lain) berkata: “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.” Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan.” Mereka bertanya: “Apakah engkau, yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?” Dia (Ibrahim) menjawab: “Sebenarnya (patung) yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara.” Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menzhalimi (diri sendiri).” Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata): “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.” Dia (Ibrahim) berkata: “Maka mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu? Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti? Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.” Kami (Allah) berfirman: “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim.” Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.” (QS. Al-Anbiyaa’: 57-70)

[2]- Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali -hafizhahullaah- berkata:

“Al-Qur’an memberitahu kita tentang (dakwah) Nabi yang lurus ini (Nabi Ibrahim) yang merupakan imamnya para nabi, bahwa beliau memulai (dakwahnya) dengan memperbaiki ‘Aqidah, yakni: beliau berdakwah mengajak (kaumnya) untuk mentauhidkan Allah dan mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya, dan beliau memerangi kesyirikan serta menghancurkannya dan juga (menghancurkan) sebab-sebabnya, sampai ke akar-akarnya….

Beliau mendebat mereka dengan hujjah yang kuat dan jelas…sampai akhirnya memaksa mereka untuk mengakui kezhaliman, kesesatan, fanatik buta, serta taklid kapada nenek moyang mereka:

قَالُوا وَجَدْنَا آبَاءَنَا لَـهَا عَابِدِيْـنَ

“Mereka berkata: Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.” (QS. Al-Anbiyaa’: 53)…

DAN TATKALA MEREKA TIDAK LAGI MEMILIKI HUJJAH; MAKA MEREKA BERALIH KEPADA KEKUATAN, YANG MERUPAKAN SENJATA SETIAP ORANG YANG LEMAH DARI HUJJAH, DI SETIAP WAKTU DAN TEMPAT:

قَالُوْا حَـرِّقُوْهُ وَانْصُرُوْا آلِـهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِـيْـنَ

Mereka berkata: Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.” (QS. Al-Anbiyaa’: 68)

Dan Allah menyelamatkan Khalil-Nya: Ibrahim, dan Allah mengembalikan tipu daya orang-orang yang kafir dan merugi kepada mereka sendiri:

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ * وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَخْسَرِينَ

“Kami (Allah) berfirman: “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim.” Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi.” (QS. Al-Anbiyaa’: 69-70)”

[“Manhajul Anbiyaa’ Fid Da’wah Ilallaah Fiihil Hikmah Wal ‘Aql” (hlm. 60-61), karya Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali -hafizhahullaah-]

-ditulis oleh: Ustadz Ahmad Hendrix-