«

»

Okt 18

Pesan berharga dalam Berbakti kepada Kedua Orang Tua

Marilah kita bertakwa kepada Allah. Kita laksanakan kewajiban yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu berupa hak-hak-Nya dan hak para hamba-Nya. Dan ketahuilah, hak manusia yang paling besar atas diri kalian ialah hak kedua orang tua dan karib kerabat. Allah menyebutkan hak tersebut berada pada tingkatan setelah hak-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِٱلْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa … “ (QS. An-Nisa’: 36)

Begitu pula Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

وَوَصَّيْنَا ٱلإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya.” (QS. Luqman: 14).

Wahai saudaraku, apabila kita ingin meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, renungi dan amalkanlah pesan-pesan berikut ini:

  • Berbicaralah kepada kedua orang tua dengan penuh santun, janganlah mengatakan kepada keduanya: Ah!, Jangan membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.
  • Taatilah kedua orang tua dalam perkara yang bukan berupa kemaksiatan kepada Allah, karena tidak boleh taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.
  • Lemah lembutlah terhadap kedua orang tua kita. Janganlah bermuka masam di hadapan keduanya. Jangan pula memandang keduanya dengan pandangan yang sinis dan marah.
  • Janganlah duduk di tempat yang lebih tinggi dari ke­duanya dan jangan pula berjalan di hadapannya.
  • Ajaklah keduanya bermusyawarah dalam seluruh urusan kita dan mintalah maaf bila kita terpaksa menyelisihi pendapat keduanya.
  • Janganlah berdusta terhadap keduanya, jangan pula mencela apabila keduanya melakukan perbuatan yang tidak kita sukai.
  • Sambutlah segera panggilan kedua orang tua kita dengan wajah penuh senyuman seraya berkata, “Labbaika wahai ayahanda, labbaika wahai ibunda.”
  • Jagalah kehormatan kedua orang tua kita dan kemuliaannya serta harta bendanya. Janganlah kita mengambilnya tanpa izin keduanya.
  • Berbuatlah sesuatu yang menyenangkan keduanyi walaupun tanpa perintah, seperti berkhidmat dan membelikan barang-barang keperluan mereka.
  • Hormatilah teman-teman dan karib kerabatnya dan ja­nganlah kita berteman dengan orang yang memusuhi orang tua kita selama mereka masih hidup dan sesudah mereka wafat.
  • Bantulah ibu kita di rumah. Dan janganlah terlambat membantu ayah kita dalam pekerjaannya.
  • Janganlah kita pergi jika keduanya tidak mengizinkan. Walaupun kita pergi untuk sesuatu yang penting. Jika kita terpaksa pergi maka mintalah maaf kepada keduanya dan berilah kabar kepada keduanya.
  • Janganlah kita masuk menemui keduanya tanpa izin. Temtama pada waktu-waktu tidur atau istirahat.
  • Janganlah kita mengambil makanan mendahului kedua­nya dan muliakanlah keduanya dengan mencukupi kebutuhan makanan, minuman dan pakaian mereka.
  • Janganlah kita utamakan istri dan anak-anak kita atas keduanya. Carilah keridhaannya sebelum yang lain. Karena ridha Allah bersama ridha kedua orang tua, dan kemurkaan Allah bersama kemurkaan keduanya.
  • Janganlah kita bakhil dalam mengeluarkan nafkah untuk kedua orang tua kita sehingga keduanya mengadukan masalahnya kepada Anda. Ini merupakan aib atas diri Anda. kita akan diperlakukan dengan hal yang sama oleh anak-anak kita kelak. Karena kita akan dibalas sebagaimana kita berbuat. Dan balasan yang sesuai dengan jenis amal.
  • Orang yang paling berhak kita muliakan adalah ibu Anda, kemudian ayah Anda. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam pernah ditanya oleh seorang laki-laki, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk hormati dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. Beliau berkata, “Ibumu.” Kemudian siapa lagi? tanya laki-laki itu.“Kemudian ayahmu”, jawab beliau. (HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)
  • Hindarilah perbuatan durhaka terhadap kedua orang tua dan membuat keduanya marah sehingga kita merugi di dunia dan akhirat. Dan anak-anak kita akan memperlakukan kita seperti kita memperlakukan kedua orang tua Anda.
  • Apabila kita memiliki kemampuan mencari rezeki sendiri, maka bekerjalah dan bantulah kedua orang tua Anda, karena kita dan harta kita adalah milik ayah Anda.
  • Sesungguhnya kedua orang tua kita mempunyai hak atas diri Anda, dan istri kita punya hak atas diri An­da, anak-anak kita juga punya hak atas diri Anda, saudara-saudara kita juga punya hak atas diri Anda. Maka berikanlah setiap orang akan haknya. Dan berusahalah menggabungkan hak-hak tersebut walaupun terkadang berbenturan satu sama lain. Dan berikanlah hadiah-hadiah kepada keduanya baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Dengan Saling memberikan hadiah niscaya akan saling menyayangi dan menghilangkan rasa permusuhan.
  • Doa kedua orang tua mustajab. Maka, berusa­halah agar mendapat doa kebaikan dari kedua orang tua kita dan hindarilah doa keburukan dari keduanya atas diri Anda.
  • Beradablah terhadap sesama manusia. Barangsiapa mencela orang lain maka mereka akan mencela dirinya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Termasuk dosa besar adalah seorang lelaki mencaci kedua orang tuanya. Yaitu seseorang mencaci ayah orang lain lalu orang tersebut balas mencaci ayah dan ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

  • Kunjungilah kedua orang tua kita semasa mereka hidup dan setelah keduanya wafat. Bersedekahlah untuk keduanya dan perbanyaklah doa untuk keduanya. Seraya mengucapkan:

“Ya Rabbi, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, ya Rabbi kasihilah keduanya sebagaimana keduanya telah membimbingku semenjak kecil.”

Demikian renungan dan nasihat yang sangat berharga, semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa berbakti kepada orang tua kita. Dan mendapatkan apa yang telah Allah janjikan kepada hamba-hamba-Nya karena berbaktinya kepada kedua orang tuanya yaitu surga. Amiin.