«

»

Nov 19

Cara Mudah menghafal Al Qur`an

Dahulu menghafal al qur`an dikalangan ahlul ilmi merupakan hal yang sangat pokok.  Dengan hal itu ( menghafal alqur`an) mereka memulai menutut ilmu.   Oleh karena itu mereka tidak pernah ragu mulai menghafalnya dengan teliti. hafalanya menjadi ciri khas yang nampak dikalangan para ulama dan para penuntut ilmu.  Jikalau seorang melihat kepada kitab-kitab biografi para ulama` niscaya akan mendapatkan kebenaran akan hal itu . Bahkan lebih menakjubkan lagi, sebagian mereka sangat mengangap aib karena tidak hafal alqur`an.  adalah apa yang disebutkan oleh al hafizh Ibnu hajar Al `asqolani dalam taqribut tahdzib dalam  pembahasan biografi Utsman ibn Muhamad ibn Abi syaibah.  “Dia adalah tsiqah seorang hafizh yang terkenal, tapi ia memiliki auham (sejumlah keraguan) dan dikatakan bahwa ia tidak hafal al qur`an.

Sesungguhnya menghafal al qur`an bukan merupakan suatau kewajiban atas seorang penuntut ilmu. Tapi hafalanya adalah kunci menuju jalan ke hafalan dan pemahaman . hal ini bisa disaksikan pada para penuntut ilmu yang menghafalnya. karena itulah, wahai para penuntut ilmu , hendaknya anda benar-benar memperhatikan masalah ini dan mencurahkan segala kemampuan untuk mendapatkanya.

Hendaknya seorang penuntut ilmu mengetahui bahwa menghafal alqur`an dan mengamalkanya dapat menambah ketinggian derajat. sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits:

إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواماَ و يضع به أخرين  . رواه مسلم

“sesungguhnya Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini dan merendahkan kaum yang lain dengannya”.  ( Muslim)

Dan haamilul qur`an akan senantiasa diutamakan baik di dunia, dialam barzakh dan diakhirat nanti.

Adapun keutamaan yang diberikan Allah ketika di dunia dibuktikan dengan sabda nabi Shollallahu alaihi wasalam : ” Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling pandai terhadap kitabullah” ( HR Albukhory)

Adapun keutamaan yang didapatkan di alam barzakh adalah sebagaimana kisah tentang para syuhada` uhud Beliau Shallalahu alaihi wassallam memerintahkan untuk mendahulukan orang yang paling banyak hafalan Al qur`annya.

Adapun keutamaan yang didapatkan di akhirat dibuktikan dengan sabda Rasululah Shallallahu alaihi wasalam:

يقال لصاحب القران اقرأ و ارتق و رتل كما كنت ترتل في الدنيا فإن منزلتك عند اخر أية تقرؤها -رواه أحمد

” Dikatakan kepada shohibul qur`an : Bacalah, naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana engkau telah tartilkan di dunia karena sesungguhnya kedudukanmu ada di akhir ayat yang kamu baca”.  ( HR. Ahmad)

Diantara langkah-langkah untuk menghafal al qur`anul karim adalah:

1. Berdo`a kepada Alah ta`ala dengan tulus dan ikhlas, semoga Dia memberikan bantuan dalam menghafalnya, hendaknya tujuan itu dillakukan untuk mendapat keridhoan dari Allah Ta`ala.

2.  Membaca tafsir ayat yang akan dihafal.

3 .Membaca hafalan pada sholat malam dan mengulangnya.

4. Hafalan hendaknya harus dengan talaqqi (belajar langsung dari seorang guru).

5.  Bacaan dan hafalan hendaknya dengan menggunakan satu mushaf agar menambah kekuatan dalam hafalanya.

6.  Menyusun waktu setiap hari semampunya, guna berkonsentrasi secara khusus untuk membaca yang dihafal.

7.  Memperdengarkan ayat yang akan dihafal kepada seorang qori` yang baik hafalanya.

8.  Melakukan muroja`ah (pengulangan) terhadap apa yang dihafal secara terjadwal dan berusaha keras untuk selalu disiplin.

9.  Mengulang hafalan 10 kali sambil berdiri, duduk dan berjalan semampunya.

10. Hendaknya menjauhi kemaksiatan.  Diantara pengaruh buruk maksiat adalah lupanya ilmu dan hafalan.

11. Jumlah yang dihafal hendaknya sedikit-sedikit agar lebih kuat dalam hafalan.

Akhirnya, bersemangatlah wahai orang yang mana Allah memuliakanmu dengan menghafal al qur`an dengan sempurna, dan mengulang ulangnya serta menjaganya. Nabi Shallallahu alaihiwasalambersabda:

” Jagalah Al qur`an ini karena ia lebih cepat kabur daripada unta dari ikatanya. (HR Al bukhory, muslim, dan Ahmad)

Diringkas dari kitab ma`alim fii thoriq thalabil ilmi syaikh Abdul aziz as sadhan dengan sedikit perubahan redaksi.
oleh Ummu Muhammad Al atsariyyah bintu Mahdi