Untukmu wahai Anak

Assalamu’alaikum…

Duhai anakku, ini adalah surat yang penuh luka dari ibumu yang malang. Yang ditulis dengan penuh rasa malu setelah lama menimbang dan lama menunggu. Aku menahan goresan pena ini berkali-kali, air mata menghadang dan menghentikannya berkali-kali. Maka mengalunlah rintihan hati.

Duhai anakku, setelah melewati usia yang semakin panjang ini aku melihat engkau telah berubah menjadi orang dewasa yang memiliki akal sempurna dan jiwa yang mapan. Maka sudah menjadi hakku atasmu agar membaca lembaran surat ini. Jika engkau tak berkenan silakan merobeknya setelah engkau selesai membacanya seperti engkau telah merobek-robek hatiku sebelumnya.

Read More