Apakah demonstrasi termasuk wasilah dakwah yang dibenarkan dalam syariat ?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin pernah ditanya:

Apakah demonstrasi termasuk wasilah dakwah yang dibenarkan dalam syariat ?
🍀 Jawab beliau :

demonstrasi adalah cara baru, tidak pernah dikenal di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak pula di zaman Khulafaur Rasyidin, dan pula di masa shahabat lainnya radhiyallahu ‘anhum.
Kemudian demonstrasi hanya menimbulkan kekacauan sehingga mengakibatkan perkara terlarang, timbulnya pengrusakan, kaca dipecahkan pintu-pintu dirusak dan hal lainnya, adanya campur baur laki-laki dengan perempuan, kaula muda dengan orang tua, dan kemungkaran lainnya.
Adapun tuntutan dan tekanan kepada penguasa, jika ia adalah penguasa muslim maka cukup dengan nasihat al-Qur’an dan Sunnah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, inilah sebaik-baik cara yang diberikan kepada seorang muslim. Adapun jika penguasanya kafir, maka sejatinya mereka tidak peduli kepada para demonstran, dia akan berpura-pura secara zhahir sementara keburukannya terpendam dalam hati, karena itu kami melihat bahwa demonstrasi adalah kemungkaran.
Adapun jika ada yang mengatakan, ini hanya demonstrasi damai, bisa jadi pada awalnya adalah aksi damai, kemudian pengrusakan. Maka saya nasihati para pemuda agar menempuh jalan kaum salaf, karena sesungguhnya Allah memuji kaum Muhajirin dan Anshar, juga orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Lihat al-Jawabul Abhar, hal: 75