KEBIASAAN HIZBIYYIN YANG MERUPAKAN WARISAN DARI KAUM MUSYRIKIN

KEBIASAAN HIZBIYYIN YANG MERUPAKAN WARISAN DARI KAUM MUSYRIKIN

[1]- Allah -Ta’alalaa- berfirman:

{يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ …}َ

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya: adalah lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan fitnah (kesyirikan kalian) lebih besar (dosanya) daripada membunuh (di bulan Haram)…” (QS. Al-Baqarah: 217)

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullaah- berkata:

“Ayat ini turun disebabkan kejadian yang menimpa pasukan (kaum muslimin yang dipimpin) ‘Abdullah bin Jahsy yang membunuh (seorang musyrik yang bernama) ‘Amr bin Hadhrami dan mengambil harta mereka (kaum musyrikin) -dan dikatakan bahwa hal itu terjadi di bulan Rajab (yang termasuk dalam bulan Haram)-.

Maka kaum musyrikin mencela mereka (kaum muslimin) disebabkan mereka (menerjang larangan) berperang di bulan haram.

Dan mereka (kaum musyrikin) telah zhalim ketika mencela (kaum muslimin dalam masalah ini); KARENA KEJELEKAN-KEJELEKAN YANG ADA PADA MEREKA (KAUM MUSYRIKIN) ADA YANG LEBIH BESAR DIBANDINGKAN (PERANG DI BULAN HARAM) YANG MEREKA MENCELA KAUM MUSLIMIN DENGANNYA.”

[Taisiirul Kariimir Rahmaan (hlm. 97- cet. Muassasah Ar-Risaalah)]

[2]- Maka, bandingkanlah dengan keadaan kaum Hizbiyyin -dan orang-orang awam kaum muslimin- yang sering mencela Salafiyyin karena kekurangan yang ada -baik dalam amalan maupun sikap keseharian-; PADAHAL PENYIMPANGAN MANHAJ -BAHKAN ‘AQIDAH- YANG ADA PADA HIZBIYYIN DAN LAIN-LAIN: LEBIH BESAR DIBANDINGKAN KEKURANGAN YANG ADA PADA SALAFIYYIN

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-