HARUSNYA MEREKA YANG TAKUT…

HARUSNYA MEREKA YANG TAKUT…

[1]- Allah -Ta’aalaa- berfirman:

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

“Akan Kami masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir; dikarenakan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah Neraka. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal (bagi) orang-orang yang zhalim.” (QS. Ali ‘Imraan: 151)

[2]- “(Allah) menyebutkan sebab yang menjadikan rasa takut dimasukkan ke dalam hati orang-orang kafir…Yakni: hal itu disebabkan mereka telah menjadikan tandingan dan berhala (yang disembah) selain Allah; yang mereka sembah menurut keinginan (hawa nafsu) mereka dan kehendak mereka yang rusak, tanpa ada bukti dan keterangan. Dan mereka telah terputus dari pertolongan Allah Yang Maha Esa, Maha Pengasih.

Oleh karena itulah ORANG MUSYRIK TAKUT KEPADA ORANG-ORANG MUKMIN, dia tidak bersandar pada sandaran yang kokoh, dan tidak memilki tempat berlindung ketika keadaan sulit dan sempit.”

[“Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hlm. 152- cet. Mu-assasah Ar-Risaalah)]

[3]- Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

…نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ،…

“…Saya ditolong dengan rasa takut (pada musuh) sejauh sebulan perjalanan…” [Muttafaqun ‘Alaihi]

[4]- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin -rahimahullaah- berkata:

“Yakni: Musuh beliau -yakni: orang-orang kafir-: akan takut terhadap beliau jika jarak antara beliau dengannya: satu bulan perjalanan. Dan telah maklum bahwa jika rasa takut telah mengenai musuh; maka mereka tidak lurus (perkaranya) dan tidak akan kokoh di hadapan lawan. Dan ini termasukan bantuan dan pertolongan terbesar jika Allah -Ta’aalaa- menimpakan ketakutan di hati musuh.

Dan ini berlaku bagi Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- DAN BAGI UMAT BELIAU YANG BERJIHAD AGAR KALIMAT ALLAH YANG PALING TINGGI; bukan karena fanatisme, ego, kesukuan, atau yang semisalnya.

Jika kaum mukminin benar-benar berperang:

– karena Allah (ikhlas),

– dengan (minta tolong kepada) Allah, dan

– di (jalan) Allah (sesuai dengan syari’at-Nya);

maka sungguh, mereka akan ditolong denga rasa takut (yang ditimpakan kepada musuh) dari jarak sebulan perjalanan.”

[https://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=83641]

-ditulis oleh: Ustadz Ahmad Hendrix-